Minggu, 12 April 2015

Bvas - Dandelion







Source : Praoto Zine

P: masuk ke masalah tracklistnya nih. Kenapa Klepto Opera?
Ade: mungkin, dia band legend surabaya. selain legend, ya teman kita-kita dan lagunya mungkin. Saya pikir cover, kalo cover dengan konsep yang sama, dengan genre stoner, kok kelihatannya uda banyak gitu. Coba kita cari kayak band Klepto Opera. Bandnya phscyedelic, dicover jadi stoner. Mungkin aneh juga hahaha. Lagian teman sendiri juga.
P: tapi kok lagunya yang Dandelion sih? Kenapa kok Dandelion?
Ade: artinya bagus, liriknya juga bagus. Dandelion itu bunga, yang ditempatkan di mana saja bisa hidup.

Source : Ngerock.com 
Sekalipun nuansa doom tak lagi kentara, salah satu lagu legendaris Dandellion tetap saja mampu menjatuhkan mental untuk kemudian memberi kagum pada komposernya-Klepto Opera. Dengan versi lebih modern, lagu yang beredar di medio 90an ini di remake ulang oleh stoner muda dari Surabaya, Bvas.
Jika dibandingkan dengan versi aslinya, Dandellion ala Bvas memang tidak akan memfrustasikan pendengar, justru pendengar seketika akan mengatasbawahkan kepala dengan mengikuti tempo di bawah duaratus karena cenderung lebih heavy metal ketimbang stoner/doom. Tetap saja reff andalan “I kill her, when she’s pray in my feets,” selalu mengena terlebih dengan musik yang lebih garang. Sekalipun terasa belum tepat sasaran, aransemen apik dari Bayu, Ade, Prass, Heru dan Fadly sudah cukup mengajak bernostalgia dengan mundur satu dekade dari sekarang.

BVAS - Dandellion Klepto Opera Cover (Launch Party Headcrusher "KEOS")

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar